Rangkuman buku METOPENKUALI 1

Bab I. Filsafat Ilmu
Filsafat berasal dari kata Yunani philosophia (cinta kebijaksanaan). Filsafat lahir dari rasa keheranan (thaumazein) manusia terhadap alam, yang berkembang di Yunani kuno sebagai penjelasan mitos. Filsafat memiliki peran sebagai lendasan berpikir ilmiah serta memberi arahan dan makna bagi pengembangan ilmu.
Bab II. Filsafat Ilmu Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam, penelitian ini lebih menekankan kepada makna, hubungan antar fenomena, dan realitas sosial yang kompleks. Berbeda dengan penelitian kuantutatif yang merupakan data angka dan analisis statistik. Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada jenis data dan analisis, tetapi juga pada kerangka filsafat ilmu, metode penelitian, serta cara melakukan kajian. Pendekatan kualitatif lahir dari Paradigma Naturalistik (Einstinian) yang berkembang sebagai pelengkap dan pertentangan terhadap Positivisme (Newtonian).
Bab III. Persepektif Pendekatan Kualitatif
Penelitian kualitatif bersifat mendeskripsikan makna data atu fenomena yang dapat ditangkap oleh peneliti, dengan menunjukkan buktinya. Penelitian kualitatif mementingkan proses, bukan hasil atau produk. Peneliti berangkat ke lapangan unutk mengumpulkan bukti melalui penelaahan fenomena , kemudian merumuskan teori. Etnografi dijelaskan sebagai penggambaran rinci suatu kebudayaan dengan tujuan memahami kebudayaan dari sudut pandang penduduk asli. Memiliki jenis etnografi realis dan etnografi kritis. Etnografi realis mempunyai tipe tradisional di mana peneliti mencoba untuk mendapatkan data atau situasi individual dari sudut pandang orang ketiga. Etnografi kritis mempunyai tipe yang lebih kontemporer di mana peneliti berpatisipasi dalam sinkronisasi atau pertahanan kelompok sosial busaya yang diteliti.
Bab IV. Teori, Metode dalam Kualitatif
Observasi partisipasi merupakan suatu gabungan dari metode dan teknik. Peneliti observasi partisipasi memiliki dua tujuan dalam mengmati situasi sosial, yaitu menempatkan diri diri dalam aktifitas sesuai dengan situasi yang berlangsung,dan mengamati aktifitas dari orang-orang atau aspek fisikal situasi tersebut. Pengumpulan dan analisis data dilakukan melalui reduksi data. Penelitian kualitatif memiliki dua teorisasi. Teorisasi deduktif yaitu teori yang digunakansebagai awal menjawab pertanyaan penelitian. Teoriasi induktif yaitu data adalah segala galanya untuk memulai sebuah penelitian, penelitian dilakukan pada tingkat paling mrndasar (grounded).
Bab V. Hakikat
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dan digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data menggunakan triagulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, yaitu data yang mengandung makna atau nilai di balik data yang tampak.
Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut transferability, yaitu hasil penelitian dapat digunakan di tempat lain selama memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda. Proses penelitian lebih penting daripada hasil akhir, peneliti berperan sebagai instrumen utama, data berupa kata-kata atau gambar, serta bertujuan menemukan konsep atau teori baru berdasarkan fakta di lapangan. Penelitian ini memiliki berbagai jenis yaitu etnografi, studi kasus, studi dokumen, observasi alami, grounded theory, dan fenomenologi.
Bab VI. Masalah dan Fokus Masalah
Masalah dalam penelitian kualitatif yaitu mengidenfikasi masalah penelitian, merupakan kegiatan merupakan kegiatan melakukan spesifikasi persoalan-persoalan yang ada untuk diteliti, mengembangkan dasar-dasar kebenaran untuk melakukan penelitian tersebut, dan mendeskripsikan pentingnya penelitian terhadap pembaca yang berminat. Masalah dalam penelitian ini diamakan fokus. Penetapan fokus atau masalah dalam penelitian ini bagaimanapun akhirnya akan dipastikan waktu peneliti sudah berada di lapangan penelitian. Dalam penelitian ini masalah yang dibawa oleh peneliti masih remang-remang bahkan gelap, komplek dan dinamis. Adapun tahap tahap penelitian yaitu tahap orientasi, tahap eksplorasi, dan tahap member check.
Bab VII. Popolasi dan Sempel
Penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu dalam suatu situasi sosial, sehingga hasil penelitiannya tidak diberlakukan pada populasi, tetapi dapat ditransferkan pada situasi lain yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pengambilan sampel biasanya menggunakan teknik nonprobability sampling, seperti purposive sampling dan snowball sampling. Purposive sampling adalah pemilihan sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang yang dianggap paling mengetahui informasi yang dibutuhkan. Sedangkan snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dimulai dari beberapa orang, kemudian berkembang melalui rekomendasi atau hubungan dari informan sebelumnya hingga diperoleh data yang cukup. Teknik ini digunakan karena ukuran populasi dalam penelitian kualitatif seringkali tidak dapat diketahui secara pasti.
Bab VIII. Instrumen
Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek peneliti, baik secara akademik maupun logistik. Peneliti sebagai human instrumen berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan, melakukan pengumpulan data, meneliti kualiotas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, FGD (Focus Group Discussion), dan triangulasi. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi melalui percakapan dengan narasumber, observasi dilakukan dengan mengamati langsung fenomena yang diteliti, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa catatan atau dokumen, sedangkan FGD dilakukan melalui diskusi kelompok yang terarah. Triangulasi digunakan untuk menggabungkan berbagai teknik dan sumber data agar data yang diperoleh lebih lengkap dan terpercaya.
Bab IX. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data kemudian diorganisasikan ke dalam kategori, disusun menjadi pola, dipilih bagian yang penting, dan dibuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh peneliti maupun orang lain. Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa model analisis data. Salah satunya adalah model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan merangkum dan memilih data yang penting, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian atau bagan agar mudah dipahami, dan penarikan kesimpulan dilakukan untuk menemukan temuan baru dari penelitian.
Selain itu terdapat juga model analisis menurut Spradley yang meliputi analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Tahapan ini digunakan untuk memahami situasi sosial secara menyeluruh serta menemukan hubungan dan makna dari data yang diperoleh dalam penelitian.
Bab X. Prosedur Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses pencarian dan pelacakan pola-pola dari data yang diperoleh. Analisis ini dilakukan secara sistematis untuk mengetahui bagian-bagian data, hubungan antar bagian, serta hubungannya dengan keseluruhan fenomena yang diteliti. Proses analisis tidak hanya dilakukan setelah data terkumpul, tetapi sudah dimulai sejak peneliti merumuskan masalah dan terus berlangsung hingga penulisan hasil penelitian. Selama berada di lapangan, peneliti menelaah seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti observasi, wawancara, dan dokumen.
Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan meringkas dan mengelompokkan data penting, penyajian data dilakukan untuk memudahkan pemahaman, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap dan akan diperkuat dengan bukti-bukti yang ditemukan selama penelitian berlangsung.
Bab XI. Validitas, Reliabilitas, dan Objektivitas
Data penelitian dikatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara laporan peneliti dengan kenyataan yang terjadi pada objek yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, istilah yang digunakan berbeda dengan penelitian kuantitatif, yaitu kredibilitas (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), dan konfirmabilitas (confirmability).
Uji kredibilitas dilakukan dengan beberapa cara seperti memperpanjang waktu pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, melakukan triangulasi, menganalisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, serta melakukan member check kepada narasumber untuk memastikan kebenaran data. Selain itu, pengujian dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian, sedangkan konfirmability dilakukan dengan menguji apakah hasil penelitian benar-benar didasarkan pada proses penelitian yang telah dilakukan.
Bab XII. Pendekatan Kualitatif Ilmu Administrasi Publik, Kebijakan Publik
Pendekatan penelitian kualitatif sangat bermanfaat dalam ilmu administrasi publik dan kebijakan publik karena mampu mengungkap fenomena sosial secara lebih mendalam. Teknik pengumpulan data seperti wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk memahami berbagai permasalahan yang terjadi dalam proses administrasi dan kebijakan publik
Selain itu, diperkenalkan juga pendekatan policygraphy, yaitu pendekatan penelitian yang mirip dengan etnografi yang digunakan untuk mengamati proses pembuatan kebijakan dari sudut pandang para aktor yang terlibat. Penelitian kualitatif juga dianggap mampu menjelaskan alasan atau penyebab suatu fenomena sosial terjadi, sesuatu yang sering tidak dapat dijelaskan secara mendalam oleh penelitian kuantitatif.


Comments
Post a Comment